12.02.2012

sepucuk surat, untuk kamu, agar tak mencemaskan aku di sana :)

Hei kamu, Gimana kabar kamu disana?

Baik? Baguslah..Aku? Disini? Lebih baik setelah kita berpisah :)

Aku hanya ingin bercerita tentang dia yang menggantikanmu..

Ini cinta lamaku :)

Kamu ingat saat aku menangis karena tersakiti olehmu? Ya lelaki ini yang menghapus airmata yang kamu buat..

Kamu ingat saat aku hanya bisa terdiam, terabaikan olehmu? Lelaki ini juga yang selalu menyiapkan bahunya untuk sekedar tempatku bersandar

Kamu ingat saat telingamu kau tutup rapat untuk ceritaku stiap hari? Lelaki ini yang selalu membuka lebar telinganya dan siap mendengar apapun ceritaku, sekalipun tentang kamu yang menyakitiku. 

Kamu ingat saat aku kesepian, aku mencarimu dan kamu mengacuhkanku? Lelaki ini siap menemaniku, bahkan di hari tersibuknya, ia masih menemaniku.

Kamu ingat saat aku menelponmu, dan kau tidak mengangkat telfonku? Lelaki ini tak pernah mengabaikanku, sebisa mungkin ia selalu ada untukku.

Kamu ingat saat aku mencarimu sekedar untuk melepas rinduku, tapi kamu memilih pergi dengan wanita itu? Lelaki ini ada dan tidak pernah absen memelukku bahkan saat aku berada di titik terdalamku karenamu.

Ia berbeda darimu bukan?


Jadi, kamu tak perlu mencemaskan keadaanku saat kamu sudah pergi meninggalkanku, 
lelaki ini, lebih baik darimu.

Baik baiklah di sana dengan wanita yang kau yakini bisa membahagiakanmu, jangan mencemaskanku, aku ada di titik terbaik di hidupku bersama lelaki ini. :)
Sudahlah, jangan menyesal..Penyesalan tidak pernah berada di awal cerita, penyesalan, selalu hanya ada di akhir cerita, bersama dengan kenangan.. 

:) Salamku, 
untuk mu Yang dulu menyia2kan aku





No comments:

Post a Comment