4.29.2013

Mantan bermulut besar by dwitasari


Sudahlah, jangan jelaskan alasan yang tak bisa lagi Kupercaya. Jangan berikan jawaban yang tak akan mampu membuatku yakin. Berhentilah membuatku merasa mengasihanimu. Aku sudah kehilangan rasa, terhadapmu, juga terhadap kita yang dulu. Ceritamu hanyalah rekaan fiksi yang berantakan dalam setiap alurnya. Segala alasanmu hanyalah berita infotainment yang tidak aktual. Plotmu saat berbohong sangat berantakan, Sayang. Cacat di sana sini, berlubang di bagian kanan kiri, kurang sempurna di semua sisi. Bagaimana aku bisa memercayai? Pembohong kelas teri.

Haruskah aku bercerita lagi, tentang kebohonganmu
yang berusaha kutolerir setengah mati? Tentang janji manismu yang tak pernah
kautepati? Tentang mimpi-mimpi yang kauhancurkan sendiri? Bercerminlah wahai
kamu yang merasa paling sempurna, siapakah dirimu yang berani berkata dan
berucap dengan sok bijaksana? Berjanji seenak jidat, lalu mengikari dengan
mudah. Lucu, kamu ini pembohong yang tak punya ingatan yang tajam. Pembual
bermulut besar, berhentilah membuat jengah, kamu semakin membuatku lelah.
Tadi, kamu menghubungi, lagi. Seperti biasa,
seakan-akan kautak punya kesalahan. Kemudian, kamu bercerita. Iya, tentang hal
yang sama, K-E-B-O-H-O-N-G-A-N-M-U. Kali ini bahkan lebih parah, lebih tak
tentu arah, anehnya aku masih ingin menyediakan telinga. Kenapa? Aku kasihan
padamu. Ternyata, selama kutinggalkan dan kuberi kesempatan, kaumasih saja
sama, tak berubah sedikitpun. Bahkan, aku cukup terbelalak, mengetahui hobimu
yang tetap saja sama, berbohong untuk menarik perhatianku. Mungkin, kauberpikir aku masih orang yang sama, orang yang bebas kaudongengkan setiap
hari, dengan dongeng seribu satu malammu yang terdengar sempurna tapi bohong
semua.
Kamu tak berbeda, Sayang. Tak ada yang berbeda.
Seberapa frustasikah kamu hingga kehilangan cara untuk mendapatkan perhatian
dan kasih sayang lagi? Dengan waktu singkat, dengan berlari tak pasti, kamu
sibuk mencari pengganti. Dekati si ini, lalu dekati si itu. Berkenalan dengan
si ini, lalu berkenalan dengan si itu. Kamu semakin membabi buta, hingga pada
akhirnya, dengan sangat terpaksa dan terdesak, kamu memilih dia. Pacar barumu
yang sama mengenaskannya denganmu.
ya, aku tahu, tanpa kaujelaskan pun aku mengerti. Dia
adalah pilihanmu yang terbaru, dan yang paling buruk setelah terlalu tersakiti
oleh pengabaianku. Kamu seperti kehilangan cara untuk menemukan seseorang yang
pas, bagaimana mungkin kaubisa menemukan yang pantas, ketika sikapmu selalu
saja keras? Aku mengasihani dia, juga mengasihanimu, dan mengasihani kalian.
Tentu saja, kamu dan dia seperti keledai yang tak pernah hapal jalan pulang.
Berbelok, berputar arah, berlari, berjalan, terhenti, saling berbenturan dalam
kebingungan. Bahkan dalam kebobrokan, kamu dan dia masih berusaha terlihat
baik-baik saja. Pasangan sempurna, pandai bermain sandiwara.
Ceritakan padaku, apa yang sudah kaudapatkan dari dia?
Biarkan aku tertawa untuk beberapa lama. Tak penting, yang kutahu, kamu sudah
mendapatkan penggantiku dan seharusnya kamu tak lagi mengejarku. Nyatanya? Kamu
masih terlalu lemah untuk menghancurkan kenangan kita. Iya, Sayang. Berhentilah
menggelitik telingaku dengan gombalanmu. Aku paham, jika saat kita berpisah
namun kamu masih sering berlari ke arahku, berarti kamu belum benar-benar
mengikhlaskan kepergianku.
Kapankah kaumengikhlaskanku, Sayang? Tidakkah kamu
muak dengan amarah yang selalu membuncah? Tidakkah kaubosan dengan
nasehat-nasehat yang selalu kulontarkan ketika berbicara panjang lebar
denganmu? Mengapa kaumasih saja kembali dan mengejar bayanganku? Aku lelah
diikuti oleh seseorang yang bermulut besar sepertimu. Aku tak berani
membayangkan, sebodoh apakah diriku ketika dulu bisa begitu mudah menerimamu?
Jadi, Sayang, dengarkan. Aku sudah mulai pusing dan
lelah dengan gangguan yang kauciptakan. Berhentilah menghubungiku dan
membohongiku, ingatlah statusmu, juga kekasih barumu. Tak mengertikah kamu, si
bodoh itu, pacar barumu begitu mudah memercayai kebohonganmu? Tak pahamkah kamu
rasa sakit yang akan ia rasakan ketika tahu mulutmu hanya penuh dengan racun
yang manis sesaat? Berhentilah menyakiti siapapun yang ada di sekelilingmu,
mereka memberi kesempatanmu untuk berubah, jika kautak kunjung berbeda, jangan
salahkah dunia saat kaukesepian dan selalu merasa sendirian.
Berbahagialah dengan pilihanmu, Sayang. Bersukacitalah
dengan kekasih barumu yang tak berbeda jauh denganmu. Mungkin saja, dia juga
bermulut besar sepertimu. Mungkin juga, dia senang bercerita tentang janji dan
khayalan yang terlampau membosankan. Iya, dia pasti tak berbeda jauh denganmu,
karena kalian terlihat begitu serasi, sempurna. Dan, sekarang kamu tahu, soal
kalian terlihat sempurna itu, aku hanya bercanda.
Tenanglah, aku tidak akan membuka kedok topengmu. Aku
tidak akan bercerita pada banyak orang tentang kamu yang selalu mengaku sakit
ini itu agar minta diperhatikan. Aku tidak akan mencibir sikap burukmu yang
selalu membanggakan prestasi yang sebenarnya tak pernah kamu capai. Percayalah
padaku, aku pandai menyimpan rahasia, bukan seperti kamu yang bermulut besar.
Si pengubah cerita yang membuat cerita lebih  berbeda. Si pengarang cerita
yang benar-benar mengarang kejadian dan peristiwa fakta. Padahal, kalau
dipikir-pikir, apa untungnya menceritakan hal-hal bodoh yang hanya membuat
seseorang tertawa terpingkal-pingkal? Orang-orang di sekitarmu sudah sangat
muak, Sayang. Mereka mulai menjauhimu namun kaumasih tak sadar juga. Hey,
lihatlah! Siapa yang ada di sampingmu? Pacar barumu? Yang mungkin saja, suatu
hari, akan menikammu, lebih berdarah dan juga lebih menghasilkan luka.
Aku tidak akan bercerita keburukanmu pada pacar
barumu. Aku berbeda denganmu yang suka menyeret seseorang untuk membenci orang
yang kaubenci. Aku tidak sama sepertimu yang suka menghasut seseorang dengan
cerita palsu agar ia ikut terbodohi oleh omong kosongmu. Aku bukan orang yang
senang menjelek-jelekan kamu, Sayang. Aku berbeda denganmu, sungguh.
Maka, biarkanlah pacar barumu tahu seberapa
mengenaskannya kamu setelah dia menjalani yang dulu ia yakini. Maka, biarkanlah
kekasih barumu memahami sendiri, bahwa kamu bukan sosok yang pantas dicintai.
Akan ada waktunya dia tahu, kauhanya seseorang yang pandai merayu juga pandai
membuat cerita lugu. Akan tiba waktunya dia tersakiti oleh sikapmu, dan
menangis terpojok, menyesali pilihan yang sempat ia percayai. Akan ada saatnya
dia mengerti,  kamu hanyalah si mulut besar yang tak pernah paham arti
dicintai dan mencintai.
Berhenti hubungi aku, atau kubunuh semua harapanmu!

4.16.2013

aku tanpamu (bukan) butiran debu

Selama ini, aku kira semua lelaki itu sama..

sama2 menyebalkan, menjengkelkan, sama2 anjingnya, sama2 brengseknya...

sampai suatu saat aku bertemu dengan kamu..


Lelaki yang tersenyum malu di balik stik billiard waktu itu, lelaki yang selalu mengerutkan dahinya saat membuka mulutnya untuk memasukkan makanan, lelaki yang menghargai aku sepenuhnya, mengerti semua tentang aku, dan dengan sabarnya mengajariku arti "bersabar dan merendahkan diri".

Kamu juga manusia, pernah berbuat salah, jarang on time, jarang mandi, jarang cuci muka, jarang ganti baju, jarang mau diajakin ke mall, ga pernah mau nonton film animasi, tapi, anggap kita hitam dan putih, air dan api, beda pun, aku ga akan pernah peduli :d

"Aku tidak akan sempurna,
bila hidupku tanpa cinta, apalagi tanpa dirimu..
Bisa beku nanti jantungku.."

Anggap aku ini sambel kamu terasinya, kamu rokok aku api nya, aku gula, kamu kopi nya..

aq tanpa kamu itu hambar, begitu juga kamu tanpa aku..

kita sama sama saling butuh kan?
bukan aq tanpamu butiran debu~ aq tetep aku. tapi aku hambar tanpa kamu. :)































4.04.2013

Bahagianya punya kamu...

Happy 2'nd anniversary Hendriikk!!



Lama ga ngeblog~ dateng2 mau bahas anniversary kemaren ama si pacar :d, yang jomblo dilarang ngiri :d:d:d

Bahagianya di sayang hendrik!!

Yeap,

Dia sesosok pendiam yg jalan pikirannya tidak bisa di selami, ga kayak cowo lain yg pernah jadi pendampingku, that's why dia bener2 "different" dari lainnya,
Aq bukan orang yang superduper setia, aq suka bosan dengan lelaki yang memang buatku "ga nantang". tapi dia? sederhana dengan semua kekurangannya, memaksa aku buat tau apa yang dia lakukan, memaksa aq buat selalu ada bersama dia setiap saat, it's cool~

Sosok yang aku kira pendiam, useless, and just "nothing" ternyata adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab penuh.

Menunggu di mobil / motor sampe aq masuk ke dalem rumah, ngunci pager itu tindakan yang super duper gentleman. dia ga pernah biarin aq masuk rumah sendirian, dia mau aq aman sampe di dalem rumah. super sweet~



Mau menemani aq masak di dapur, ada kesenangan sendiri waktu dia mau ikut ambil bagian di dapur, entah cuman buat ambil garem, gula, ataupun goreng Tempe. Suatu hal yang jarang ditemui di cowo2 lain yg bisanya cuman "enak kok masakan kamu" tanpa mau tau proses nya di dapur gimana.
aah~ bener2 berharap bisa kayak gitu seterusnyaa~!!


Hendrik itu sosok yang paling susah di tebak, beranggapan dia tidak punya rencana, sedangkan ternyata rencananya sudah 1000 langkah di depan, tepat memperhitungkan resiko yang ada, dan selalu bilang "sabar, lebih baik menundukan kepala biar ga jatuh kena batu", dia selalu ada di sampingku untuk mengkontrol emosi ku, mengatur cara bicaraku yang super meledak ledak, un-controlled dan "ga pake mikir" wkwkwk, how I need him so much!

Pernah denger ga kata orang tua, "sing becik, jodohe karo sing olo" (yang bagus, jodohnya selalu yang jelek) dan itu benar2 terbukti sama aq! Aq ngrasa aq bener2 butuh seorang hendrik buat netralin suasana hati, kadang buat diskusi, atau sekedar penghibur hari. dan aq tau dia butuh aq buat mendampingi dia, masakin dia, ataupun ngingetin dia mandi n cuci muka tiap saat.


I love you so much, hendrik!