7.12.2012

Sayang, bolehkah aku..


Sayang, entah sudah berapa lama kita melakukan ini berdua, kita sama sama berargumen, aku kokoh dengan apa yang kuanggap benar, kau masih berusaha meyakinkanku bahwa pemikiranmu lebih baik dari yang aku pikirkan. Kita sama sama mempertahankan apa yang kita anggap benar, belum ada yang tumbang hingga waktu mempermainkan keegoisan kita.
Tidakkah kau sadar, genggaman kita mulai menjadi telunjuk telunjuk yang mulai menghakimi masing masing dari kita, genggaman kita terpisah, pelukanmu mendingin, hati kita sama sama beku, dan telinga kita seakan tuli untuk sebuah solusi damai,
Ya, aku bukan wanita yang bisa mendamaikan hatimu saat emosi menguasaimu, aq sadar aq hanya minyak yang membuat apimu semakin besar. Terlalu susah untukku mendinginkan hatimu, tidak seperti kamu, yang dengan mudahnya mendinginkan hatiku yang terbakar amarah. 
Aq bukan tipe wanita yang sabar sayang, 
maaf..
aku harap kamu bisa sedikit bersabar dan tetap mengingatkanku cara menguasai emosiku. 
Aq tidak pernah sekalipun berniat menyakitimu dengan kata kataq, kau mengenalku secara keseluruhan, kau pasti tahu itu hanya emosi yang memang tidak bisa aq tahan lagi.
Bolehkah aku, sedikit meminta kesabaran lebih darimu?

Terlalu banyak pintaku , ya aku tahu.. maaf.
Aku hanya ingin belajar menjadi pribadi yang kamu inginkan, agar aku bisa membahagiakanmu kelak :)
Sayang, bersabarlah..
aq berusaha sekuat yang aku mampu, untuk kita :)