“gpp, angkat aja, aq janji, aq ga bakal nguping omongan kalian”
Ya, aq ga mau tahu ttg omongan kalian, terlalu sakit unuk ku engar, itu denan cepat merusak mood ku. Tolong, angkat telpon itu di luar, atau, tegas lah di depan dia. Sudah cukup teligaku mendengar semua rencanamu, cukup mendengar semua yang harusnya tidak usah aku dengar, aq mohon, angkatlah telefon itu, jauh2 dari aku.
“Oh, kamu harus pergi lagi? ya udah deh, mau gimana lagi, pkok nya kerjaan beres kan”
Aq benci Jauh dari kamu! apalagi untuk waktu yang lama! tidakkah kamu tau, rindu ini membunuhku perlahan, dan andai kamu merasa, saat kamu jauh, kamu slalu jadi pribadi yang berbeda, beda dengan saat qta hanya berdua, dan aq benar2 tidak sanggup, kalo harus berhadapan dengan sosokmu yang acuh. Ya aq benci saat kamu harus menggariskan jarak di antara kita.
“Mantan kamu, tahu aku?” “temen kamu tahu aku?”
Aq hanya butuh di akui, di depan mantan kamu, bukan untuk di tutup2i, apa aku seaib itu buat kamu? aq ga layak mendampingimu? katakan padaku, apa yang harus kuubah. agar kamu mau mengakui ku di depan dunia. Aq bangga memilikimu, aq juga berharap begitu denganmu. Tapi? pilihanmu? tidak mengakuiku, di depan dunia, kamu mau tau rasanya? baiklah, maaf, takkan ada ftomu, di socmedq, wallpaper, atau apapun itu. sama kan? apa bisa dibilang impas?
“Iya, selesein dulu aja, take your time”
Aq menyisakan waktuku untukmu. ya, waktu. sesuatu yang tidak bisa kembali lagi, jangan buat aku menunggu lama disini, kamu bilang sendiri, “menunggu itu menyebalkan” tolong, jangan buat aq mnyesali waktu yang kuberi untukmu.
“I Love you”
Aq mencintaimu, tanpa syarat, tanpa harap, tanpa imbalan, cukup balaslah cintaku, agar aq tau, ia tidak bertepuk sebelah tangan. :)
jangan buat perjuanganku sia2, Aq hanya ingin mencintaimu secara sederhana, sesederhana ciuman pertama kita, yang tidak bisa diwakili oleh kata kata.
“Jaga kesehatan dong”
Simple, aku tidak ingin kehilangan kamu.
No comments:
Post a Comment