10.27.2012

Doa itu harusnya iya dan amin


Pernah ada namamu di setiap doaku,
doaku selalu baik untuk jalanmu, saat jauh dari aku.
Hingga sampai detik ini pun, masih ada namamu di hembusan doaku,
yang berbeda hanya, semoga hari ini, kamu bisa belajar jujur padaku, 
Sudahlah,
Tidakkah kamu lelah dengan semua ini?
Kenapa tidak bisa bersikap jantan? Kamu melakukan apa yang harus kamu pertanggung jawabkan. Dan tiba saatnya, kamu mau melepas tanggung jawabmu begitu saja. Setebal apa wajahmu? harus aku yang tahu sendiri tentang kebohonganmu? Harus aku yang mencari tahu dan membukanya di hadapanmu? memalukan bukan?
Kamu,
Terlahir sebagai seorang pria, Maklhuk yang harusnya bisa di percaya. Maklhuk yang harusnya berani mengakui kesalahannya, apalagi mempertanggung jawabkan janjinya, kami para wanita berusaha untuk tidak menuntut apapun dari kehidupan kalian, Kami hanya menuntut janji yang kalian ucapkan. Tapi bila janji itu sering kali kalian dustai, apa yang bisa kami banggakan dari kalian? 
Berubahlah,
Buktikan kamu bisa, dan kamu adalah lelaki sejati.
dari Aq, yang menunggumu di sebrang jalan, sambil tetap membungkam luka dalam kesunyian

No comments:

Post a Comment