11.05.2012

maaf aku masih bingung :)


maaf,


aku masih bingung harus apa duluan yg aku tangisi. 


kebodohanku, atau dia, aku yang selanjutnya?


Semua yang kita mulai dengan salah, semua yang kita menangkan demi ego dan nafsu di atas pertaruhan masa depanmu bersama kekasihmu.
Masih ingatkah kamu tentang janji untuk tidak saling meninggalkan waktu itu? Di atas ranjang ketika kita selesai berpelukan.


Beberapa tentangmu membekas di hidupku, membekas di kepala, membekas di tubuhku. Aku ingat peluh di antara cium dalam temaram lampu. Masih ingat kah kamu?


Tentang kamu, tentang aku, tentang kita yang bertemu dalam keadaan masing-masing telah dimiliki orang lain, lantas kita menyalahkan waktu.


“Aku nggak mungkin mempertaruhkan masa depanq demi ketidakjelasan bersama kamu…”
“Lalu?”
“Aku juga nggak tau, aku masih berat juga melepaskan kamu”
Ada isak yang harusnya aku keluarkan malam itu, tapi aku tahu kamu tidak suka melihat aku menangis. Maka aku menahannya.
“Kamu mau aku jatuh cinta lagi?”
“Iya”
“Cari satu lagi orang yang seperti kamu”
“aq tahu aku akan bahagia bersamanya, dari segi materi, aq tidak bisa hidup susah, sunguh. maaf, kita terlalu cepat bertemu. harusnya bukan ini yang terjadi di antara kita”


Aku terdiam. Aku tahu itu hal sulit, aku tahu kamu berusaha membuatku membencimu dngan semua perkataan kasarmu.


“bagaimana dengan janjimu?”
“kau tahu aku hanya suka omong kosong”
“ok, apa kamu sanggup melupakan semua tentang kita?”
“aq pendam perasaan itu sendiri, aku tahu akan sangat berat dan menyakitkan, tapi aku yakin aku bisa”
“baiklah, kalo itu maumu”
“jangan hubungi aku, aku takut tidak bisa melupakan sosokmu”
“ya, akan kubuat kau membenciku”


Itulah percakapan terakhir qta, qta sama2 memutuskan untuk berjalan terpisah, 

kamu, dengan dia, dan aku, mencari kebahagiaanku sendiri,
untukmu, disana,


semoga kenangan kita tidak membuatmu sesak nafas malam ini :)

No comments:

Post a Comment